Senin, 04 Mei 2015

Tugas Psikologi Umum

“Emosi Remaja.”
Oleh : Risky Andita Putri
NPM : 19514507
1PA04
            Setiap individu pastinya memiliki emosi dalam dirinya, entah itu emosi senang, sedih, takut, marah, dan emosi-emosi lain yang beragam bentuknya. Dalam usia remaja, manusia menjajaki fase penting dalam hidupnya. Fase ini adalah fase awal yang harus dilewati setiap individu untuk mencapai kedewasaan. Tetapi dalam hal ini, banyak sekali emosi yang tercipta, entah itu emosiyang Ia ciptakan sendiri, maupun emosi yang disebabkan oleh faktor-faktor di lingkungannya.
            Dalam fase remaja, individu sudah mulai dihadapkan pada berbagai ketertarikan, misalnya saja ketertarikan pada lawan jenis. Pada fase ini setiap individu akan mengalami berbagai macam emosi yang akan muncul dalam dirinya. Entah itu emosi senang, sedih, kecewa, patah hati, cemburu, semua emosi itu perlahan-lahan akan muncul dalam fase ini.
            Saat seseorang memiliki ketertarikan pada lawan jenis, Ia akan senantiasa mencari informasi mengenai orang tersebut, hal itu tentu sangat mempengaruhi emosinya. Emosi sendiri tidak hanya berwujud dalam perasaan saja, tetapi juga mempengaruhi ekspresi dan juga tingkah laku tiap individu. Seperti halnya pada orang yang sedang kasmaran, Ia cenderung lebih sering tersenyum dan terlihat tersipu-sipu, tutur katanya pun lembut, yang seolah sangat mengekspresikan kebahagiaannya. Tetapi saat Ia merasa sedih atau kecewa, tentu mimik mukanya pun berubah, jadi terlihat murung, diam, ekspresinya datar, tidak fokus, bahkan tidak jarang emosi juga mempengaruhi mood seseorang dan mengakibatkan ketidakstabilan yang berlangsung lama.
            Pada masa remaja itulah kita untuk pertama kalinya mungkin merasakan sensasi-sensasi baru dari setiap emosi yang kita rasakan. Dari setiap emosi marah yang tidak terkendali, emosi sedih yang berlebihan, senang yang berlebihan, takut yang berlebihan, sampai akhirnya kita bisa menyesuaikan diri dan bisa mengambil sikap lebih dewasa. Hingga akhirnya emosi itu sedikit demi sedikit dapat kita kendalikan, bahkan tidak jarang banyak sekali orang yang sangat hebat dalam berekspresi, yang akhirnya bisa mengelabui orang lain dengan mimik mukanya.
            Setiap fase memanglah penting, tetapi dalam fase yang labil, tentu kita harus pintar-pintar dalam mengatur emosi kita sendiri, yang tentu akan berdampak baik bagi kita dan lingkungan sekitar, karna apabila emosi yang negatif itu berlebihan, bukan hanya diri kita yang rugi, tetapi lingkungan sekitar kita juga mengalami kerugian, jadi pintar-pintarlah dalam mengendalikan emosi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar